Kamis, 21 Januari 2021

Tidak Banyak Yang Tahu, Berikut 5 Contoh Kegiatan Ekspor Ke Luar Negeri

Indonesia termasuk negara yang kaya akan hasil alamnya. Tidak hanya digunakan untuk kepentingan warganya, bahkan sebagian hasil bumi dikirimkan ke berbagai negara lain. Dengan kata lain, aktivitas ekspor telah lama dilakukan untuk berbagai keperluan. Sebelum menghitung biaya ekspor barang ke luar negeri, mari mengenal kegiatan ekspor berikut. 

 

Kegiatan Ekspor Indonesia Menuju Ke Berbagai Negara
1. Tekstil dan Produk Tekstil
Produk tekstil termasuk salah satu bisnis yang sangat menjanjikan baik di dalam negeri maupun luar negeri sekalipun. Berdasarkan informasi yang berhasil didapatkan, bahkan pertumbuhan tekstil di Indonesia menyentuh angka US$ 12.3 miliar pada tahun 2017 silam. Bahkan diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. 


Dilihat secara teknis, industri tekstil sendiri dibagi menjadi tiga sektor utama yang terdiri dari hulu, menengah, serta hilir. Sedangkan dari segi proses produksinya dibagi menjadi pembuatan serat, penenunan serta pencelupan, serta pengolahan pakaian siap pakai. Sedangkan pakaian sendiri termasuk kebutuhan pokok manusia sehingga akan selalu dicari.  


2. Biji Kopi
Indonesia terkenal dengan hasil perkebunan kopi yang melimpah serta memiliki kualitas jempolan. Arabika dan Robusta adalah salah satu biji kopi asli asal Indonesia yang begitu populer di berbagai daerah. Bahkan beberapa tahun belakangan, kopi luwak khas Indonesia berhasil menarik perhatian bagi pecinta kopi di seluruh penjuru dunia.  


Selain dinikmati oleh masyarakat tanah air, ternyata biji kopi berkualitas tinggi tersebut juga diekspor ke berbagai negara tetangga. Hebatnya lagi, Indonesia berada di urutan ketiga usai Brazil dan Vietnam yang mampu menghasilkan biji kopi berkualitas dalam jumlah melimpah. Tidak heran jika petani kopi wajib mengetahui biaya ekspor ke luar negeri. 


3. Karet dan Produknya
Tanaman karet termasuk jenis tanaman yang tumbuh subur di tanah Indonesia. Bahkan negara kepulauan ini mampu memproduksi sekitar 3.2 juta ton karet setiap tahunnya. Hasil panen karet tersebut kemudian dikirimkan ke berbagai daerah di tanah air, dan sebagian lainnya akan diekspor ke berbagai negara. 


Beberapa negara yang menerima ekspor karet terdiri dari Turki, Prancis, Belgia, India, Brazil, Jerman, Korea Selatan, Singapura, Vietnam, Belgia, Italia, Australia, Taiwan, dan lain sebagainya. Sebelum mengirimkan hasil panen karet, para petani perlu menghitung besaran biaya ekspor ke luar negeri terlebih dahulu agar prosesnya berjalan dengan lancar. 


4. Kelapa Sawit Beserta Produknya
Indonesia tercatat sebagai negara yang memiliki lahan kelapa sawit yang cukup besar dan mampu memproduksi sekitar 31 juta ton setiap tahunnya. Anda bisa menemukan sejumlah perkebunan sawit terbesar di Kalimantan, Pantai Timur Sumatera, Aceh, serta Sulawesi. Sedangkan kelapa sawit sendiri nantinya dapat diolah menjadi berbagai produk demi memenuhi kebutuhan manusia. 


Permintaan pasar terkait kelapa sawit tidak hanya datang dari negeri sendiri, namun juga berasal dari berbagai negara tetangga. Menurut informasi yang didapatkan, setidaknya sektor sawit saja mampu menyumbang kurang lebih US$18 miliar untuk ekspor di Indonesia. Berdasarkan data tersebut, permintaan ekspor kelapa sawit menduduki peringkat tertinggi di Indonesia. 


5. Produk Hasil Hutan  
Ekspor kayu termasuk kegiatan ilegal yang sebenarnya telah dilarang pemerintah Indonesia. Sayangnya pemanfaatan hutan masih terjadi di berbagai daerah. Fenomena ini terlihat dari predikat ekspor kayu masih sering terjadi di tanah air. Entah berapa besar biaya ekspor ke luar negeri untuk hasil hutan ini, namun yang pasti kegiatan tersebut telah dilarang  sejak bertahun tahun lalu. 


Disadari atau tidak, negara Indonesia kaya akan komoditas yang tidak dimiliki oleh negara lainnya. Ada berbagai peraturan terkait dengan proses ekspor, sehingga tidak semua barang dapat dikirimkan ke negara seberang. Bahkan ada berbagai jenis barang yang akan dikenai bea keluar, dan ada pula jenis barang yang tidak boleh dikirimkan sama sekali.